Komentar Buku Dr Guna Negara, SH


Buku di atas, setebal 257 halaman, cover-nya lux, dan yang saya tahu diterbitkan oleh penerbit yang concern dengan pengembangan hukum di Indonesia. Tetapi, jangan coba2 lihat bukunya, dibungkus plastik!.

Meskipun isinya berat, banyak teori, tapi masih gampang difahami. Di awal tulisan, dimulai dari fakta-fakta yang selama ini benar-benar kita rasakan, yang kita prihatinkan, ternyata semua itu ada akar masalah yang kusut. Darimana lagi, kekusutan itu, kalau bukan dari negara. Dari para pelaksana ataupun pelaksanaannya?. atau juga para spekulan?

Bagi rekan2 dosen__khususnya hukum agraria__banyak kosepsi, teori, falsafah hukum didalam buku itu. Juga beberapa putusan2 hakim yang berhubungan dengan pengambilan tanah untuk pembangunan. Bisa untuk menambah materi pengajaran, atau untuk bahan diskusi dengan mahasiswa.

Banyak pendapat yang mengejutkan,__kontroversi__karena berbeda dengan banyak pemikiran yang selama ini berkembang mengenai pengadaan tanah di Indonesia. Kontorversi, aneh?, bukan hal baru di dunia akademia, ketika socrates mengemukakan gagasannya, ketika itu dianggap aneh lingkungannya, disuruhlah ia minum racun. Mati!!!, tetapi pemikirannya berkembang dan berkembang, dibesarkan pemikirannya oleh anak muridnya 'Plato', juga dikembangkan kemudian oleh Aristoteles sebagai cucu murid.
Percayalah saya, kebaruan sesuatu, selalu diawali hal-hal kontroversial.

Penulisnya, selain Doktor hukum, tetapi ternyata juga praktisi pertanahan, itu dapat dilihat dari biodata-nya. Sehingga, enak ketika mentautkan teori2 dari langit dengan kehidupan nyata di daratan.


Sejarah pengambilan tanah2 rakyat
juga dijelaskan, meskipun tidak banyak dan detail, tetapi lumayan. Awal sejarah dimulai dari masa kolonial, orde lama, orde baru sampai pasca orde baru. Semuanya dituntaskan dalam buku itu, termasuk peraturan-peraturan yang mendasari semuanya.
Yang pasti kita jadi faham dan harus mulai bejuang dari mana.

Dan, Pergulatan pengambilan tanah rakyat oleh negara dipaparkan habis, termasuk hak-hak yang semestinya didapat oleh rakyat. Kompensasi__konsepsi dan perhitungannya__juga dapat kita temukan dalam buku ini. Dan, lebih menarik lagi, diperbandingkan dengan negara-negara lain di dunia, baik di negara maju, asia pasific, maupun di negara berkembang.

Ketika dilihat daftar isi-nya, sudah sangat memancing keinggintahuan kita. Dan memang tidak berbohong, karena ketika dibeli terbungkus rapat. Kupasannya terasa mengasikkan dan jelas. Meskipun masih ada ruang2 untuk didebat.


Pengadaan tanah bukan persoalan hukum an sich, tetapi pertarungan hak kita. Maka, pandangan hukum semata tidak menyelesaikan masalah, karena rakyat banyak kalahnya di pengadilan.

Hak dilindungi UUD Indonesia, maka musti dikompensasi dengan adil.

Selamat berburu, dan membaca!